Mencari Tuhan
اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Setelah kemarin saya membahas tentang Qs Al Ikhlas ayat 1. Sekarang izinkan penulis untuk membuat sebuah tulisan yang berjudul " Mencari Tuhan ".
Penulis mengambil sumber dari buku karangan BUYA HAMKA.
Fase mengenal Sang Pencipta
Pada awalnya ketika manusia terlahir kemuka bumi, mereka merasa kebingungan. Ketika mereka menggunakan akalnya untuk berfikir sedikit saja, Maka muncullah rasa keimanan atau kepercayaan tentang adanya sosok yang telah menciptakan segalanya. Mereka kebingungan, ada ciptaannya tetapi pencipta-Nya tidak ditemukan, tetapi mereka tetap meyakini adanya Sang Pencipta itu.
Maka ketika pada masa purbakala, mereka menemukan sebuah benda yang dimana menurut mereka bisa memberikan petuah atau keberuntungan baginya, maka benda itu dijadikan sebagai sesembahan dan dianggap sebagai Tuhan mereka.
(DINAMISME)
Ketika masa bercocok tanam, mereka tidak lagi meyakini benda ( bebatuan dll) sebagai yang pemberi petuah apalagi hingga menuhankan benda tersebut, tetapi mereka mulai menuhankan Alam Sekitar, diantaranya mereka menuhankan matahari, menuhankan air dan bahkan menuhankan tetumbuhan yang dimana karna adanya tetumbuhan itu mereka bisa makan dan bertahan hidup.
Pada masa yang modern, mereka tidak lagi menuhankan alam sekitar tetapi mereka mulai berfikir bahwa asal mula mereka terlahir yaitu dari pada dua alat kelamin yang bertemu. Maka pada masa ini mereka menuhankan alat kelamin karna mereka berfikir dari alat itulah mereka tercipta. Sehingga pada masa ini muncul pengkultusan kepada orang yang dituakan, akan tetapi ketika orang yang dikultuskan ini telah tiada maka mereka merasakan bahwa arwah dari pada orang yang dituakan tetap ada dan menjaga mereka. Sehingga muncullah kepercayaan kepada arwah nenek moyang(ANIMISME).
Semakin manusia menggunakan otaknya untuk berfikir maka kepercayaan yang telah mereka percayai tadi tidaklah berarti. Muncullah para Filsuf yang dimana mereka berusaha keras mencari hakikat siapa sebenarnya yang telah menciptakan mereka. Mereka berfikir terus menerus hingga akhirnya cara berfikir mereka terhenti, bisa diibaratkan mereka telah berfikir panjang namun mereka menemui sebuah tembok yang sangat tinggi, ketika menjumpai tembok tersebut para Filsuf terbagi menjadi dua golongan ;
1. Golongan yang meyakini akan kekurangan mereka dan kelemahan mereka dalam berfikir, maka mereka mengatakan bahwa mereka telah sampai pada sebuah batas yang dimana dibatasi oleh dinding dan mereka meyakini dibalik dinding itu ada yang memiliki namun mereka ia tidak mampu menjangkaunya, sehingga mereka meyakini akan adanya kepercayaan Mutlak yang tidak dapat ditembus dengan pola pikir manusia.
2. Golongan yang sombong dan tidak mau meyakini akan kelemahan akalnya dalam berfikir. Sebenarnya mereka dalam berfikir juga mencapai batas yang dibatasi oleh dinding, lalu mereka tidak dapat mencapai dinding itu dan mereka mengatakan bahwa dibalik dinding itu tidak ada apa apa padahal mereka sendiri belum dapat mencapai dinding tersebut. Namun kepercayaan mereka itu bertentangan dengan Kodratnya karna tidak mungkin ada dinding tanpa ada yang membangun tetapi mereka malu mengakui kelemahan akalnya sehingga yang mereka katakan bertentangan dengan hatinya.
TEORI TENTANG ADANYA TUHAN
1. Teori Kejadian
Manusia tercipta dan terlahir dimuka bumi ini bukanlah atas kehendaknya. Dan bukan dia pula yang menjadikan dirinya itu. Dan ketika manusia ada mereka tidak menciptakan langit ataupun bumi ini, melainkan mereka sudah mendapati bahwa langit sudah menjadi atap dan bumi sudah menjadi tempat berpijak. Dan bahkan manusia pun tidak akan mampu menciptakan bulu yang ada ditubuh mereka. Dan bahkan ketika mereka berhubungan dengan pasangannya mereka tidak akan mampu untuk menghendaki jenis kelamin apa anaknya nanti.
Jika mereka menggunakan akalnya dalam berfikir dalam melihat segala kejadian yang terjadi, maka ia akan bertanya: Siapa yang menjadikan ini, maka dapatlah jawabannya: ada tuhan yang menjadikan ini semua. Inilah Teori Kejadian.
2. Teori Peraturan dan Pemeliharaan.
Ketika manusia masuk kedalam rumah, maka didapati rumah itu terdapat meja, kursi dan kamar yang tersusun rapih. Dan ketika ia pergi kepekarangan rumahnya, maka ia lihat tertata rapih pekarangan tersebut. Dan muncullah pernyataan didalam diri, bahwa yang mengatur rumah dan pekarangan ini bukanlah seorang Arsitek yang asal asalan tapi seorang Arsitek yang sangat handal.
Maka ketika ia melihat di alam sekitar, ia melihat pohon durian yang berdekatan dengan pohon manggis tapi rasa durianpun tidak akan pernah berubah menjadi rasa manggis karna adanya pengatur yang sangat hebat. Ketika ia melihat kelangit maka akan didapati adanya Bulan dan bintang bintang yang tidak pernah bertabrakan karna adanya pengatur dan pemelihara.
Siapa pemelihara dan pengatur itu yang sangat lihai dalam mengatur alam semesta ini? Maka akan timbullah jawaban bahwa Tuhan lah yang mengatur dan memelihara itu semua. Inilah Teori Peraturan dan Pemeliharaan.
3. Teori Gerak
Ketika bola disepak maka ia akan melambung keatas, tetapi karna dia berat maka ia akan jatuh kebawah. Matahari berat, bulan berat tetapi mereka tidak pernah jatuh kebawah. Berarti teori berat akan jatuh kebawah terbantahkan oleh adanya matahari yang berat tetapi tidak pernah jatuh. Maka siapa yang menggerakan semua itu?. Maka muncullah jawaban adanya Tuhan yang menggerakan semua itu sehingga bertentangan dengan pola pikir manusia itu sendiri.
Inilah Teori Gerak.
4. Teori Ada
Kita ada bukanlah karna kemauan kita sendiri, dan begitupun matahari, ia ada bukan karna kemauannya sendiri. Maka mustahillah mengadakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada hanya karna kemauannya sendiri, melainkan kemauan dari pada Sang Pencipta itu sendiri.
Dalam fithrah manusia, jika ia melihat segala sesuatu yang ada tapi tidak diketahui siapa penciptanya maka kita katakan "tak tahu siapa yang membuatnya". Dan kita tidak berkata "tak ada pembuatnya".
Oleh karna itu, dahulu kita tidak ada maka sekarang ada, siapa yang mengadakan itu?. Yang mengadakan itu ialah Tuhan.
Inilah Teori Ada.
PERNYATAAN FILSUF ADANYA TUHAN
Filsuf dari Inggris yaitu Herbert Spencer yang dikenal tidak percaya pada suatu agama apapun, ia mengatakan “ Kita terpaksa mengakui juga, bahwasanya segala kejadian ini adalah tanda bukti daripada Kodrat Yang Mutlak dan sangat tinggi untuk dicapai oleh akal kita. Dan agama itu yang mula mula sekali menampung hakikat yang tinggi dan mengajarkan siapa Dia. Cuma saja, agama itu pada mulai turunnya masih bercampur aduk dengan ajaran yang kacau balau”.
Socrates seorang Filsuf mengatakan kepada muridnya yaitu Plato akan adanya Kodrat yang Mutlak yang tidak akan mampu untuk dijangkau oleh manusia.
Selain itu adapula Filsuf yang mengatakan bahwa segala yang ada dialam ini adalah mempunyai tujuan dan tujuannya mencapai kepada Kodrat Yang Mutlak tersebut. Adapula yang mengatakan bahwa segala yang ada dibumi ini merupakan sebagian dari pada Tuhan.
ISLAM DALAM MEMANDANG KE-TUHANAN
Dalam pandangan Buya Hamka, beliau mengatakan jika para Filsuf menggunakan agama sebagai landasan berfikir tentang ketuhanan, maka ia tidak akan tersesat dan mereka akan mengatakan bahwa yang ada dibumi ini bukan sebagian Tuhan melainkan tanda akan adanya Tuhan.
Tuhan yang disembah oleh seluruh ummat manusia ialah hanya satu yaitu ALLAH SWT.
Allah SWT berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْهُ ۗ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ
"Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 51)
Allah SWT berfirman:
اِنَّ هٰذِهٖۤ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۖ وَّاَنَاۡ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْنِ
"Sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu maka sembahlah Aku."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 92)
Dalan tafsir Jalalayn yang dimaksud agama Tauhid ialah agama Islam, sehingga sudah jelaslah bahwa agama Islam itu agama Allah, sehingga Allah hanya meridhoi agama Islam yang berada disisi-Nya. Dan jelaslah pula bahwa Allah SWT. Adalah Tuhan untuk seluruh ummat manusia.
Akhirnya Al fakir mohon maaf jika terdapat kesalahan, karna manusia tidak mungkin terlepas dari kesalahan.
وسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tidak ada komentar:
Posting Komentar